Pertahankan tradisi, kebudayaan pencak silat (tari pedang) dilakukan setiap setelah prosesi pernikahan suku lembak sukarami.
Pertahankan tradisi, kebudayaan
pencak silat (tari pedang) dilakukan setiap setelah prosesi pernikahan suku
lembak sukarami.
Bengkulu, (11/02) para pemuda
melakukan kegiatan tari pedang atau pencak silat yang sering atau biasa
dilakukan saat prosesi pernikahan yang ada di suku lembak sukarami.
Bengkulu sangat kaya akan budaya, salah satunya yaitu tari pedang. Tari pedang adalah kombinasi antara seni tari dan seni beladiri pencak silat. Tari pedang merupakan salah satu budaya adat istiadat masyarakat asli suku Lembak anak dalam kute Bengkulu, dengan menggunakan pedang asli dan diiringi oleh alat musik gendang & serunai yang merupakan alat musik tradisional Bengkulu.
Bengkulu sangat kaya akan budaya, salah satunya yaitu tari pedang. Tari pedang adalah kombinasi antara seni tari dan seni beladiri pencak silat. Tari pedang merupakan salah satu budaya adat istiadat masyarakat asli suku Lembak anak dalam kute Bengkulu, dengan menggunakan pedang asli dan diiringi oleh alat musik gendang & serunai yang merupakan alat musik tradisional Bengkulu.
Diperkirakan
pada tahun 1950, semenjak dilantiknya Pati Umar menjadi depati atau kepala desa
Sukarami Bengkulu. Saat itulah terbentuknya pencak silat ini, karena Pati Umar
lah yang mendorong , menggerakkan serta mencentuskan pencak silat ini. Dan ia
juga yang menetapkan bahwa pencak silat diadakan sesudah prosesi pernikahan di
suku lembak Sukarami.
Tari pedang ini dilakukan pada saat
pernikahan adat lembak, itu merupakan bukti bahwa masyarakat lembak khususnya
sukarami masih melestarikan adat istiadatnya. Walaupun zaman terus berkembang
namun masyarakat tidak pernah melupakan tradisi, karena hal ini
merupakanwarisan nenek moyang, sesuai dengan kata pepatah “takkan lekang oleh
panas, takkan lapuk oleh hujan.
Untuk saat
ini pencak silat anak dalam kute Bengkulu tidak hanya digunakan saat
prosesi pernikahan, tapi juga dalam penyambutan dan juga acara-acara besar.

Komentar
Posting Komentar